headerphoto

Universitas Trilogi, Lahir Dari Keprihatinan

Selasa, 16 April 2013 09:42:44 - oleh : kristopo

Universitas Trilogi, Lahir Dari Keprihatinan



 


 


Universitas Trilogi merupakan nama baru dari Sekolah Tinggi Ekonomi Keuangan dan Perbankan Indonesia (STEKPI) yang berdiri sejak 1988. Pergantian nama ini diresmikan dalam acara Grand Launching Universitas Trilogi, di atrium universitas yang beralamat di Kalibata, Jakarta Selatan tersebut pada Rabu, 27 Maret 2013 lalu.


Dalam sambutannya, Rektor Universitas Trilogi, Bapak DR. Subiakto Tjakrawardaja menyampaikan keprihatinannya melihat kondisi bangsa ini, Indonesia masih mengimpor pangan dan energi dalam jumlah yang cukup besar. Hal inilah yang melatar belakangi pengembangan STEKPI menjadi Universitas Trilogi. Selain itu juga dikarenakan adanya tuntutan zaman dan tuntutan tantangan bangsa, di antaranya adalah persoalan pengentasan kemiskinan.


“Universitas Trilogi akan mendidik kader-kader bangsa menjadi tenaga ahli yang mampu mengolah kekayaan alam, sehingga bangsa kita kelak menjadi bangsa yang mandiri dibidang pangan dan energi. Melihat kekayaan alam kita bila diimbangi dengan kemampuan tekhnologi yang tinggi, tidak hanya akan mencapai swasembada pangan bahkan negara kita dapat menguasai Asia Pasifik di bidang pangan dan energi,” kata Subiakto.


Universitas Trilogi dalam kurikulumnya akan lebih menitikberatkan pada bidang pangan dan energi, dengan menggunakan sistem Ekonomi Biru, yaitu suatu pendekatan sistem Industri tanpa limbah. Melalui inovasi teknologi, limbah-limbah tersebut dapat dimanfaatkan untuk memproduksi bahan-bahan lain. Dengan demikian akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja, sumber pangan dan energi yang terbarukan.


Pak Subiakto juga berharap melalui Universitas Trilogi dapat mendidik para mahasiswa menjadi manusia berkarakter kuat yang bisa memakmurkan orang lain bukan hanya memakmurkan diri sendiri sehingga melahirkan sarjana yang lebih intelek dapat bersaing di luar sana membawa nama bangsa keluar Negeri dengan Sumber Daya Manusia yang memadai lengkap dengan IT.


“Bukan hanya itu, melalui Trilogi juga dapat mengasah jiwa kewirausahaan dengan basis teknologi  sehingga mampu mengubah hobi atau minat menjadi bisnis yang menguntungkan.  Dari itu semua menimbulkan kemandirian yang tidak bergantung pada lapangan kerja yang ada namun, mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri,” paparnya.


Hadir dalam acara tersebut Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Bapak Musliar Kasim, Menteri Perikanan dan Kelautan, Bapak Sharif C. Sutarjo, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, dan undangan lainnya. (Rohmatika/Puspa – SMKN 22 JKT)


 


 

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Artikel" Lainnya

Polling

Apakah website ini memberi informasi mengenai Kegiatan nya

 

Login


Username
Password

Register
Forgot Password

Pesan Singkat

Support

Mekarpribadi
Status YM
Admin
Status YM

Advertisement